Latest Post

Ulang Tahun Pernikahan ke 25

Merupakan Kebahagiaan yang sangat amat Besar,dimana umur 25 tahun pernikahan kami,dapat kami lewati. Tuhan adalah  kekuatan,semangat dan Jaminan kelanggengan keluarga kami.
Tuhan memberikan kami Buah hatidan cinta kami : Hanna Juita Nababan SH,Krisna G, Johannesa AP, Roni R Nababan. Biarlah Keluarga ini tetap menjadi Keluaraga kesukaan Tuhan dan sesama.Keluarga yang selalu siap Tuhan Suruh utk tugas pelayanan.Harapan menuju Ulang tahun  Emas,akan selalu menggelora di dalam nama Yesus.  Salom buat semua Tuhan Memberkati

 

Jamita Minggu 07072013

                                      Evanggelium Minggu VI Setelah Trinitayis 07 July 2013
                                         Kolose 4 : 1 - 6
1.    Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
2.    Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
3.     Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.
4.    Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.
5.    Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
6.    Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Bahasa Batak
1.    Hamu angka induk, lehon hamu ma na tigor jala na tama tu angka anak somang; ingot hamu: Adong do Tuhan nang di hamu di banua ginjang i!
2.     Manongtong ma hamu martangiang; dungo ma hamu disi, huhut mandok mauliate!
3.     Tangiangkon hamu nang hami, asa dilehon Debata di hami pintu na ungkap di hata i, mangkatahon hahomion ni Kristus; ala ni i do, umbahen na tarihot ahu,
4.    asa hupapatar i songon na tama pangkatahonku.
5.     Marpantas ni roha ma hamu marparange maradophon angka na di balian; parhaseang hamu ma tingki!
6.    Sai tong ma lambok hatamuna, songon na siniraan, asa botoonmuna alus na patut tu ganup jolma.
                                                      PENGANTAR
Kolose adalah sebuah kota di Asia Kecil, sebelah timur kota Efesus. Bukan Paulus yang mendirikan jemaat di Kolose ini, tetapi ketika ia mengutus pekerja-pekerja dari Efesus, ibukota sebuah provinsi Roma di Asia Kecil, ia merasa bertanggung jawab juga atas jemaat di Kolose itu. Paulus sudah menerima berita bahwa di dalam jemaat itu ada guru-guru yang mengajar ajaran-ajaran yang salah. Guru-guru itu berkeras bahwa untuk mengenal Allah dan diselamatkan dengan sempurna, orang harus menyembah "roh-roh yang menguasai dan memerintah semesta alam". Di samping itu, kata guru-guru itu, orang haruslah pula taat menjalankan peraturan-peraturan sunat, pantangan dan lain sebagainya.
Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose  ini ditulis untuk mengemukakan ajaran Kristen yang benar dan  menentang ajaran-ajaran salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu  itu.
                     Inti sari surat Kolose, ialah bahwa Yesus Kristus sanggup  memberi
keselamatan yang sempurna dan bahwa ajaran-ajaran yang  lainnya itu hanya menjauhkan orang dari Kristus.
      Nats ini adalah Ungkapan  Penutup dari isi Surat Paulus Kepada Kolose Yaitu. 
•    Perlakuan Adil dan Jujur dari tuan2 kepada hamba
•    Bertekun dalam Doa dan saling mendoakan
•    Menghargai Waktu ayat 5 b
•    Hidup dengan penuh Hikmat  dan Kata2 yang penuh kasih ayat 5-6
Ad 1 Perlakuan Adil dan Jujur ayat 1;
           Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus juga mengingatkan setiap tuan yang mempunyai hamba agar selalu berlaku adil dan jujur (ayat 1). Berlaku adil dapat berarti memberikan kepada para pekerja apa yang menjadi hak mereka. Tidak memberi beban kerja lebih dari apa yang selayaknya dikerjakan. Jujur dapat diungkapkan dengan tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan posisi para pekerja yang lebih lemah untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau perusahaan.
           Kita harus selalu ingat bahwa hikmat dan kasih perlu dinyatakan di semua tempat, termasuk di rumah tangga dan lingkungan kerja. Jangan sampai kita dikenal sebagai dermawan di Gereja, tetapi memperlakukan pekerja rumah tangga dengan kasar atau memberlakukan kebijakan perusahaan yang menyengsarakan para pekerja kita.
        Ingatlah, kita pun adalah hamba yang suatu saat kelak harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Di mata Tuhan, kita dan para pekerja kita setara berharganya.
Lihat Perbudakan,Penganiayaan TKI,= Gajinnya di Tahan/ di akal akali = PRT Sayang PRT Malang,,di Pekerjakan diluar Jam Kerja,Makanananya tidak di Perdulikan
                                     Ad 2 “Bertekun dalam Doa
Betapa indahnya kehidupan seorang kristen yang hidupnya transparan baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan. Siapa pun yang bertemu dan berinteraksi dengannya akan merasakan sentuhan kasih yang tulus dan penuh kekuatan, karena doa merupakan prioritas dalam hidupnya.
       Relasi Kristen dengan Tuhan dalam doa merupakan sarana yang nyata.
Pertama, berdoa dengan tekun. Ini membutuhkan usaha dan kesabaran dalam menanti jawaban Tuhan. Di dalam doa yang tekun terkandung kesiapsiagaan terhadap musuh-musuh yang seringkali menggoyahkan ketekunan dalam berdoa, sehingga kita cepat menggerutu, mempersalahkan Tuhan, mogok Berdoa / berkomunikasi dengan Tuhan, dan kehilangan kerinduan hati untuk berdoa. Oleh karena itu Paulus mengatakan bahwa doa yang tekun adalah doa yang disertai ucapan syukur, karena apa pun dan kapan pun doanya Melalui Kristus,  Allah menciptakan dunia ini, dan melalui Kristus pula Allah  menyelamatkannya. Hanyalah melalui Persekutuan dengan Kristus, dunia  mempunyai harapan untuk diselamatkan. Selanjutnya Paulus  menguraikan hubungan antara ajaran yang agung itu dengan  kehidupan orang Kristen.
Kedua, sehebat apa pun seseorang tetap membutuhkan dukungan doa dari saudara seiman. Paulus menyatakan kebutuhan ini dengan satu permintaan yang spesifik (ayat 3-4).
 Ada tiga hal penting yang ia mohon didoakan agar:
A.Allah membuka pintu bagi pemberitaan Injil,
B.Paulus memiliki kesempatan untuk memproklamasikan Kristus,
C.Keberhasilan tentang Injil yang disampaikan dapat dimengerti dengan jelas oleh orang-orang yang dilayaninya.

Ad 3 : Menghargai Waktu
Waktu sangat berharga,waktu tdk bisa di Kembalikan,Pekerjaan, tugas dan tanggung jawab harus di selesaikan,malas malasan adalah dosa, Point of no return,waktu itu adalah Uang/berharga.
 Ad 4.Hidup Penuh Hikmat ,Kata kata yang Penuh Kasih
             Relasi dengan Tuhan akan teraplikasi dalam relasi dengan sesama (ayat 5-6). Kristen memiliki hubungan sosial yang baik dengan sesama, dapat memanfaatkan waktu dengan baik, dan menjadi seorang komunikator yang baik: perkataannya merefleksikan/ Menggambarkan anugerah Allah,membangun dan memberikan semangat kepada orang lain, serta siap mempertanggungjawabkan hidupnya dalam situasi apa pun kepada siapa pun. Kata-kata yang mendorong semangat dapat menjadi “kata-kata yang hidup”, yang membawa motivasi baru bagi hidup kita  dan hidup semua orang
         Namun suatu dorongan kristiani yang lebih dari sekadar pujian.Paulus mengajarkan kepada kita untuk membumbui ucapan kita dengan “penuh kasih” (Kolose 4:6). Dengan melakukan hal itu, maka kita akan mengeluarkan “kata-kata yang hidup”, yang memberi dukungan dan Semangat. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."  Kolose 4:6
                 Topik Minggu  ini adalah mengingatkan kita agar berhati-hati dengan mulut/ ucapan kita, karena kekuatan dari perkataan adalah sangat luar biasa.  Apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan harus bisa menjadi teladan/kesaksian bagi orang-orang di luar Tuhan, salah satunya melalui ucapan mulut kita.
 "Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."  (1 Timotius 4:12b).
           Banyak masalah muncul di tengah Kehidupan; Bergereja,ber organisasi,berumatangga,berkeluarga,hancur berantakan,yang bersaudara bisa jadi musuh,madu berubah jadi racun,semuanya di akibatkan  sayatan2 Mulut yang tajam,hasutan2,yang tidak beralasan,Gosip yang membuktikannya susah tetapi merasakannya menyerikan,pedih dst.
 Mari Bersihkan Mulut kita,kita sikat,dengan semangat doa,agar nyala api durhaka,yang berkobar2 di bersihkan,sekarang juga

  Banyak orang Kristen yang ketika berada di luar gereja tidak bisa menguasai mulutnya:  masih suka mengumpat, berkata-kata kasar, jorok, membicarakan kelemahan/ kekurangan orang lain (gosip).  Dalam amsal 20:19 dikatakan,  "Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut."  Mulut kita bisa menjadi sangat berkuasa,mulutmu adalah harimaumu.  Ada banyak orang yang beroleh kekuatan dan dibangkitkan semangat hidupnya akibat mendengarkan perkataan dari orang lain.  Sebaliknya ada pula yang menjadi terluka, hancur, frustasi dan putus asa oleh karena terbunuh oleh perkataan yang disampaikan oleh orang lain untuk itu; Hati2lah  kepada Pembunuhan karakter
     Lalu, bagaimana seharusnya perkataan orang Kristen itu?
Perkataan orang Kristen itu harusnya; 
1.  Perkataan penuh kasih.  Artinya suatu perkataan yang penuh dengan keramahan dan didasari oleh kasih setelah terlebih dahulu dipertimbangkan dengan matang, sehingga orang lain yang mendengarnya dibangun, dikuatkan, dihibur serta didorong ke arah yang baik.  Karena itu  "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."  (Efesus 4:29).
 2.  Perkataan yang menyampaikan firman.  Tertulis:  "Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;"  (1 Petrus 4:11a).  Ini bukan berarti kita menggurui atau sok pintar, tetapi perkataan kita hendaknya sesuai dengan firman Tuhan, bermuatan kesaksian dan nasihat sehingga orang yang mendengarnya diberkati,bukan justru ter provokasi,oleh katanya,atau kata orang lain.
      Refleksi Theologis
•    Bagaimana dengan Usahamu,Hamba2mu,adakah yang kamu akal2i? atau memang sudah engkau jadikan sebagai Mitra / Relasi ? hati2 Perbudakan Modern,
•    Bagaimanakah dengan Waktu yang di percayakan kepadamu apakah ada kamu yang biarkan,atau kamu siasiakan? Sehingga kamu hannya makan Upah/Gaji Buta?
•    Bagaimana dengan perkataan Saudara selama ini? Adakah yang mematikan karakter orang lain,atau membubarkan Persekutuan2,,atau sudakah kata2mu membangun,dan mempersatukan?
Aplikasi:
•    Hidup penuh hikmat,yang merefleksikan anugerah Allah adalah kehidupan Kristen, yang menjaga kualitas hidup rohaninya dalam persekutuan dengan Tuhan melalui Doa. Milikilah jam Doa dan alami kuasa Doa yang mengubahkan hidup Anda, sehingga aplikasi konkrit dalam relasi dengan sesama pun menjadi nyata.
•    Hargai dan dan syukurilah ke tuanan ( yang Kamu miliki) jangan Justru kamu hinakan dengan menghalalkan segala cara,memakai akal bulus,tipu muslihat
•    Di Dalam Kristus Kuk perhambaan telah di hancurkan,
                                                                                                
  St Jonson Nababan Bagan Batu
 

Sejarah Ulos Batak - Catatan Pena

Sejarah Ulos Batak

Kain tenun ini merupakan pakaian khas suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.

Alat tenunnya antara lain :

** Tundalan (Pengikat Pinggang)

** Turak Baliga (Pemisah Benang)

** Langgiyang (Alat Penjaga Benang agar tidak kusut)

** Patubobohon (Alat untuk mengukur panjangnya kain tenunan)

Secara harfiah Ulos berarti selimut,budaya ini sama tuanya dengan kebudayaan Batak yang telah mengenal 3 konsep kehangatan yaitu:

** Matahari

** Api

** Ulos

Selain sebagai penghangat badan dikala dingin menerjang,ulos sering kali dianggap sebagai jimat, yang mana kain ini diyakini mempunyai kekuatan yang mampu melindungi raga, yang didalam adat Batak disebut dengan Tondi terhadap roh jahat.

Warna kain juga mempunyai arti tersendiri seperti:

** Putih

     Melambangkan Kesucian dan kejujuran

** Merah

     Melambangkan Kepahlawanan dan keberanian

** Kuning

     Melambangkan Kaya/kesuburan

** Hitam

     Melambangkan Duka

Untuk pemakaiannya kain ulos tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:

** Perkawinan

     Menggunakan Ulos Ragi Idup yang bercorak Cerah

** Pemakaman

     Menggunakan Ulos Ragi Hotang yang bercorak Gelap

Orang Batak juga mengenal upacara Mangulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi ulos itu adalah:

** Orang tua kepada anak-anaknya

** Adik kepada kakaknya

** Hula-hula (keluarga laki-laki dari pihak perempuan) kepada Boru.






Sumber: http://davotmarbun.blogspot.com/2010/01/ulos-batak.html#ixzz2PTCfezBp
 

Ziarah

             Pengalaman Berjiarah,setiap tahunnya,nampaknya tidak pernah berubah: ketika kita selalu mendampingi orang2 yg  pergi berziarah saat2 hari kematian Yesus menjelang Paskah Raya,umat Kristiani yg pergi jiarah ke kuburan itu,masih menganggapnya sebagai Tradisi yang bernuansa ideologi Agama Batak,yaitu memberi sesajen,( membawa Bir,membakar rokok2 mahal ) menagisi kepergian orang2 mati,mohon berkat/doa arang mati,dan banyak lagi.  ketika kita menjelaskan apa sebenarnya arti berjiarah yang kita lakukan pergi kekuburan,seakan semua itu adalah penghalang,bagi interaksi,pengamalan mereka,utk menghormati keluarga yg telah lebih dahulu meninggalkan semuanya.
              Usaha2 mencegah itu sudah banyak kita lakukan,seperti mengingatkan mereka,melakukan pendampingan,mengarahkan upacara dst,tetapi belum menuai harapan yg maksimal.lalu kita berfikir,apakah kedewasaan iman yang memang sama sekali tidak bertumbuh,atau pendidikan Agama mereka yang sangat minim,atau menjadi orang Kristen itu adalah hannya sebagi pelengkap kehidupan? semua pertanyaan ini harusnya menjadi pertimbangan/pergumulan Gereja kedepan,utk menjadi bahan evaluasi akan mutu ke Kristenan umat kristen itu sendiri.Maka Gereja harusnya  mengangkat masalah ini,utk menjadi thema pengajaran yg sekaligus pengawasan Gereja utk meningkatkan Pembinaan Pastoral demi menjaga kebenaran ajaran Kekristenan yang sekaligus mengawal iman kekristenan umat utk tidak tercecer,kasihan mereka yang masih ber iman ganda.
              Dahulu semasih,saya sebagi Guru jemaat Angkatan,pengawasan,arahan ini selalu kita lakukan lewat warta gereja,yaitu mengingatkan mereka jika pergi Berjiarah ke kuburan utk tdk melakukan hal2 yang menimpang dari ajaran agama kristen,semasa itu,himbauan itu banyak di pertimbangkan jemaat,dengan bersama2,pergi berjiarah dan Doa di Pandu Sintua,nampaknya cara klasik ini,salah satu upaya yang Gereja harus lakukan,demi menghindarkan penyimpangan2 tersebut di atas.

 Kutipan Sebagai Pertimbangan dalam hal Ziarah di kutip dari Kompasiana

Kebiasaan Ziarah Makam pada Umat Kristen - Katolik

OPINI | 24 December 2012 | 09:03 Dibaca: 379   Komentar: 1   Nihil
13553738622039435052
koleksi jappypellokila.8m.net
Anda pasti sudah pahami maksud Ziarah Makam atau Kubur, yaitu mengunjungi makam orang tua, kerabat, sahabat, dan lain-lain, kemudian menabur bunga, dan lain sebagainya.
Kebiasaan ziarah ke makam juga (sering) dilakukan oleh Orang Kristen, umat Kristen yang belatar etnis Timor/NTT, Minahasa, Maluku, dan juga pada Suku Batak yang beragama Kristen.
Secara khusus, pada orang-orang NTT (di NTT maupun diaspora), biasa melakukan ziarah ke makam pada waktu tanggal penting dari almarhum/ah, misalnya tanggal kelahiran dan kematian.
Mereka yang ada di NTT, dan relatif dekat dengan makam orang tua dan kerabat, maka ziarah ke makam,  merupakan suat kebiasan, bahkan cenderung sebagai kewajiban; hal tersebut mungkin sama pada suku-suku lainnya.
Khususnya, menjelang Hari Natal, tanggal 24 Desember, maka jika anda ada di Kuoang, maka sepanjang hari ini, semua pemakaman di sekitar Kota Kupang, ramai bagaikan pasar malam dadakan; karena ada semacam kewajiban, sebelum merayakan Natal, harus sowan ke orang tua. Dengan itu, bukan saja rumah di cat ulang dan tampak barang-barang baru, namun makam orang tua pun, dibersihkan, diberi bunga-bunga, lilin dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan mereka yang diaspora, yang jauh  dari makam orang tua!? ada warisan kebiasaan yang tak terlupakan, yaitu menabur bunga (yang biasanya di tabur ada makam) di perempatan atau pertigaan jalan; dan itu sebagai lambang bahwa yang menabur tersebut telah ikut berziarah.
Nah …
Walaupun ziarah ke makam (terutama pada Kristen Protestan serta mazhab atau sekte-sekte Kristen lainnya), tidak dilakukan (membaca) doa arwah, pujian/nyanyian; namun ada juga orang-orang usia lanjut yang masih suka menabur bunga dan minyak wangi di atas makan sambil bicara dengan/kepada yang ada di dalam kubur.
Memang dalam/pada umat Kristen Protestan serta mazhab atau sekte-sekte Kristen lainnya, tidak ada larangan untuk ziarah ke makam, namun juga tak ada perintah untuk ziarah ke makam.
Karena tidak ada larangan dan perintah tersebut, maka mereka yang berziarah ke makam pun, bisa melakukan ini - itu, tetapi tidak ada doa atau bercakap-cakap dengan yang telah meninggal, [karena menurut iman Kristen, ada batasan yang jelas antar hidup dan kematian; masing-masing telah terpisah, dan nanti hanya bisa disatukan pada akhir zaman].
Jadi, ziarah ke makam, pada umat Kristen (yang tanpa doa-doa) serta Katolik (dengaan atau ada doa-doa), terutama Kristen, umumnya merupakan warisan budaya - kebiasaan lama yang masih dipertahankan.
Untuk setiap umatat Kristen, yang melakukan ziarah ke makam, mempuunyai satu kesamaan pandangan, yaitu merupakan tanda dan lambang menghormati dan penghormatan ke/pada mereka yang telah lebih dipanggil oleh Sang Empunya Hidup dan Kehidupan.
1356337310208296441
koleksi pribadi, pada waktu ziarah di makam ayah - ibu
 

selamat Paskah 2013

Salam Paskah 2013

 

Doa dan Kehidupan di Dalam Kristus

Doa dan Kehidupan di Dalam Kristus

Tolong! (Mazmur 31)
Sungguh aneh dan menyedihkan, banyak orang Kristen berpendapat bahwa dengan berdiam diri sambil merenung tentang Allah merupakan suatu bentuk doa yang lebih baik daripada mengajukan permohonan-permohonan kepada Allah. Luther telah lama membuang pikiran semacam itu karena ia melihat bahwa tidak ada aktivitas yang sebegitu menghormati Allah daripada membawa kebutuhan-kebutuhan kita kepada-Nya dan meminta pertolongan-Nya. Melalui tindakan itu, kita mengakui bahwa kita tidak mampu hidup mandiri serta mencukupi segala kebutuhan kita sendiri, dan kita senantiasa bergantung kepada-Nya untuk segala sesuatu yang kita perlukan. Meskipun hal ini acap kali berlawanan dengan yang suka kita pikirkan, yaitu kita suka mandiri dan kurang bergantung kepada Tuhan. Alkitab memperlihatkan bahwa semua doa yang benar mengandung suatu jeritan permintaan tolong. Sering kali, doa-doa kita lebih dari hal ini dan tidak pernah berkurang, sebab kebutuhan dan ketergantungan kita kepada Tuhan tidak berubah. Doa yang sejati lahir dari kebutuhan kita.
Kesakitan, tekanan mental, dan perasaan sendiri karena banyak orang memusuhi, semuanya mendorong kita untuk datang kepada Tuhan dan menyerahkan ketidakberdayaan serta kebutuhan kita kepada-Nya. Karena itu, kebanyakan doa yang terdapat dalam "buku doa Allah" (kitab Mazmur) berbentuk jeritan permintaan tolong yang timbul dari pengalaman-pengalaman seperti ini (23, baca juga: Mazmur 3, 6, 22, 23, 25, 30, 35, 38, 41-43, 55-57, 59, 62, 64, 69-71, 77, 88, 102, 109, 120, 142, 143). Mazmur 31 dapat dipakai sebagai contoh untuk menggambarkan dua pelajaran dasar tentang berapa banyak kita perlu berdoa dan betapa beruntungnya kita memunyai Allah yang mendengarkan doa-doa kita.
Perhatikan hubungan perjanjian yang diutarakan dalam permohonan-permohonan doa Daud. Sepuluh kali ia memanggil Allah dengan menyebutkan nama perjanjian-Nya, Yahweh, TUHAN. Ia memanggil-Nya: Allahku, gunung batu, kubu pertahanan, tempat perlindunganku (3, 14) dan dirinya sendiri "hamba-Mu" (17). Kata ganti orang yang dipakai di sini bersifat pribadi dan merupakan bahasa perjanjian antara Allah dan manusia, menandakan perjanjian timbal balik antara kedua pihak. Pemazmur meminta Allah, pembebas yang setia (6)untuk menyelamatkannya (2, 17, dst.) dalam kebenaran-Nya -- yakni kesetiaan-Nya kepada janji-Nya (1), dalam kasih setia-Nya yang tak pernah berubah -- yakni belas kasihan yang terus-menerus diberikan-Nya di dalam perjanjian (16) dan demi nama-Nya -- sebab Ia adalah Yahweh, Allah perjanjian yang dimiliki Daud (13).
Perhatikan keyakinan teguh yang diungkapkan Daud di dalam doa-doanya. Daud menyadari bahwa seluruh hidupnya berada di tangan Allah (16). Oleh sebab itu, ia percaya dan berseru kepada Allah (6, 14, 17) untuk menyelamatkannya dari kesengsaraannya (10, dst.) dan dari kebencian orang-orang di sekitarnya (912, 14, 16, 21, dst.). Daud yakin bahwa Allah yang pada masa lampau telah menolongnya (8, 22, dst.) mampu dan akan menolongnya lagi. Dia menganjurkan agar orang-orang kudus lain juga "berharap kepada Tuhan" dan "menantikan Tuhan" (25) sebagaimana yang ia lakukan. Perjanjian Allah merupakan dasar keyakinannya.
Anak Allah yang telah menjelma menjadi manusia, manusia yang sempurna, adalah seorang pendoa. Sebagian dari ayat 6 merupakan doa-Nya yang diucapkan ketika Ia akan mati (Lukas 23:46). Dapat dipastikan bahwa seluruh isi Mazmur ini tersimpan di dalam hati-Nya, dan seharusnya tersimpan juga di dalam hati kita.
Bapa (Lukas 11:1-13)
Kepentingan berdoa, seperti yang dirasakan para murid Yesus ketika mereka meminta Yesus mengajar berdoa, dijelaskan oleh jawaban Yesus. Alasan pertama untuk berdoa adalah keperluan-keperluan kita. Bila kita meminta, kita menerima (9, 13). Mereka yang tidak meminta tidak memiliki (Yakobus 4:2). Alasan kedua, yang sifatnya lebih mendasar, adalah hubungan kita dengan Allah. Kita harus berpikir tentang Allah dan berdoa kepada-Nya, sebagai Bapa surgawi kita (2, 11, dst.), sebab Ia telah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya di dalam Kristus (Yohanes 1:12). Sebagaimana para ayah mengingini anak-anak mereka memiliki kerinduan yang besar untuk saling berhubungan. Dia telah menciptakan dan membebaskan kita dari dosa agar kita dapat mengenal, mengasihi, dan menikmati persekutuan dengan-Nya. Jadi, alasan pokok yang membuat Allah menuntut kita datang ke hadapan-Nya dalam doa adalah supaya kita dapat lebih mengenal-Nya. Kita sepatutnya menyadari bahwa Sang Pemberi lebih penting daripada pemberian-pemberian-Nya. Pemberian-pemberian tersebut diberikan kepada kita agar hubungan kita dengan Sang Pemberi menjadi lebih erat. Setiap pengalaman terjawabnya doa-doa kita seharusnya makin mempererat persekutuan kita dengan Allah.
Doa Tuhan Yesus di sini lebih singkat dengan yang ditulis di Matius 6:9-13, merupakan jawaban yang lengkap bagi permintaan murid-murid-Nya karena doa ini merupakan pola yang sempurna untuk semua doa orang Kristen. Allah harus diutamakan. Kita harus meminta untuk kebutuhan material dan rohani kita (3, dst.) sebagai sarana untuk mendapatkan yang lebih lagi, yaitu kekudusan nama-Nya dan kedatangan kerajaan-Nya (2). Singkatnya, kita harus menyadari bahwa Ia hanya akan menjawab doa-doa yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan kita yang benar-benar dapat membawa kemuliaan bagi nama-Nya. "Makanan kami yang secukupnya" menunjuk pada kebutuhan material; pengampunan dan perlindungan (pencobaan berarti suatu ujian yang menunjukkan kelemahan kita) menunjuk pada semua kebutuhan rohani. Perhatikan bahwa ayat 5-8 berkaitan langsung dengan permintaan sebelumnya, dan ayat 11-13 dengan permintaan yang selanjutnya.
Bagaimana seharusnya kita berdoa? Segera karena kebutuhan kita amat mendesak. Dan dengan pengharapan karena Bapa Surgawi kita baik. Ini adalah pokok pikiran yang dikemukakan dalam perumpamaan-perumpamaan (dalam bahasa Yunani perumpamaan = perbandingan) dalam ayat 5-13).
Perhatikan doa yang tidak terjawab dalam ayat 11 dst.. Jika seorang anak meminta seekor ular atau seekor kalajengking (sesuatu yang buruk baginya), apakah ayahnya tidak akan memberikan seekor ikan atau sebutir telur kepadanya (sesuatu yang baik baginya)? Bapa memunyai hak untuk memberikan yang terbaik dan menjawab doa-doa yang seharusnya kita panjatkan. Bilamana doa-doa kita salah, 2 Korintus 12:7-10 memperlihatkan bagaimana Allah menjawab dengan baik.
Bersama-Sama (Kisah Para Rasul 4:23-31)
Tak perlu diragukan lagi orang-orang Kristen pertama telah mengadakan persekutuan doa sebelumnya (1:14, 2: 42, 46). Tetapi baru dalam bagian ini diceritakan kepada kita.
Persekutuan doa yang "bebas" merupakan bentuk dasar dari persekutuan Kristen. Bersama-sama berbicara kepada Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh jemaat mula-mula ini (24), seharusnya berlangsung secara wajar dan spontan. Seperti halnya bila dua orang bercakap-cakap. Berdoa bersama bagi kebutuhan masing-masing harus senantiasa menjadi bagian dari pola persekutuan yang dipraktikkan oleh gereja agar umat Allah bisa saling mendukung dan menolong (29; 12:5; Efesus 6:18-20). Hati yang dipadukan dalam berdoa dan kemudian dalam puji- pujian bersama ketika doa kita terjawab merupakan kesukaan Allah (2 Korintus 1:11). Yesus berjanji bahwa perhatian khusus akan diberikan pada doa-doa yang dipanjatkan dari dua orang Kristen yang sehati sepikir (Matius 18:19). Berdoa bersama adalah tugas orang Kristen dan sepatutnya menjadi kesukaan orang Kristen.
Persekutuan doa khusus ini dan doa-doa yang dinaikkan oleh orang-orang Kristen saat itu, merupakan suatu reaksi dari aksi ancaman-ancaman para pejabat yang berkuasa pada waktu itu (21). Seperti dalam doa-doa yang alkitabiah, mereka mendasarkan doa mereka pada kenyataan kedaulatan Allah sebagai Pencipta dan Tuhan dari segala sesuatu (24, 28) dan pada Roh Kudus yang telah memberikan penyataan yang mewujud dalam Kitab Suci (25-27) -- dalam hal ini Roh Kudus menyatakan bahwa penguasa-penguasa dunia ini senantiasa menentang raja yang telah Allah urapi (Mazmur 2:1, dst.). Mereka tidak berdoa agar situasi yang mereka hadapi berubah, melainkan agar mereka mendapat kekuatan untuk dapat hidup dan melayani Allah di dalam situasi tersebut. Oleh sebab itu, mereka tidak minta Allah meredakan ancaman-ancaman yang dilontarkan kepada mereka atau membuka jalan bagi mereka untuk meninggalkan Yerusalem. Melainkan agar Allah mengaruniakan keberanian kepada mereka untuk memberitakan firman-Nya walaupun mereka ditentang. Dan agar Allah mengulurkan tangan-Nya untuk meneguhkan kesaksian mereka tentang ketuhanan Yesus melalui tanda-tanda ajaib seperti pada waktu orang lumpuh di Gerbang Indah Bait Allah disembuhkan (29, dst.; 3:1-10). Mereka tidak memikirkan keselamatan diri mereka sendiri, melainkan kepentingan Allah. "Jadilah kehendak-Mu, datanglah Kerajaan-Mu".
Doa ini benar, dan doa ini terjawab dengan begitu indahnya. Sehingga seolah-olah Pentakosta terulang lagi! Mereka merasakan tempat mereka berkumpul bergoyang. Ini tanda kekuatan Ilahi telah dicurahkan ke atas mereka, dan kuasa Roh Kudus bekerja dengan dahsyat di dalam diri mereka. Mereka bersaksi dengan berani, sebagaimana telah mereka minta dan inginkan (31). Doa agar kita diberi keberanian untuk bersaksi akan selalu mendapat jawaban yang positif, beranikah kita berdoa seperti ini?
Nama-Nya dan Kehendak-Nya (Yohanes 16:23-27; 1 Yohanes 5:13-17)
Kedua bagian Alkitab ini mengandung makna yang dalam dan sulit ditangkap karena keduanya mengajarkan kita lebih mendalami kenyataan-kenyataan doa yang lebih jauh lagi.
Keduanya menunjukkan adanya pengalaman doa yang istimewa yang Bapa surgawi inginkan terjadi pada kita, tentu bukan kenikmatan yang bersifat mistik, akan tetapi pengalaman yang membuat sukacita (beberapa dapat menikmati, banyak orang tak mengalami). Sukacita karena kita menerima apa yang kita minta. Namun kita hanya dapat menemukan sukacita ini kalau kita belajar meminta dengan benar. Tujuan dari doa bukanlah untuk memaksa tangan Allah atau membuat-Nya melakukan kehendak kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Melainkan untuk memperdalam pengenalan kita akan Dia dan persekutuan kita dengan-Nya. Dengan cara merenungkan kemuliaan-Nya, mengakui ketergantungan dan kebutuhan kita, dan secara sadar menghayati maksud-maksud-Nya. Oleh sebab itu, permintaan kita harus sesuai dengan kehendak Allah (1 Yohanes 5 :14), dan dinaikkan di dalam nama Yesus (Yohanes 16, 23 dst.; 14:13; 15:7, 16). Jadi, doa kita harus menyatakan pengetahuan kita akan kasih karunia dan tujuan-tujuan Allah.
Dasar dari permintaan semacam itu adalah iman yang pasti. Iman yang dialaskan pada hari itu (Yohanes 16:23), yaitu hari ketika Yesus bangkit dan dinobatkan kembali ke surga, dan Roh Kudus datang untuk memberikan "pengertian" kepada manusia agar dapat mengenal Allah dan kehidupan kekal (1 Yohanes 5 :20, 13). Roh Kudus juga meyakinkan manusia bahwa kasih yang mereka lihat di dalam diri Yesus juga merupakan kasih Bapa kepada mereka (Yohanes 16:27). Pada hari itu, ketika Tuhan Yesus mengajar mereka melalui Roh Kudus secara "terus terang" tentang Bapa (25), tidak akan muncul lagi pertanyaan tentang apakah murid-murid harus mendapat dukungan Yesus dalam doa-doa mereka, seolah-olah Yesus lebih murah hati dari Bapa dan dapat memengaruhi Bapa pada hal-hal yang tidak dapat dilakukan murid-murid (26). Karena murid-murid mengetahui, demikian pula setiap orang percaya, bahwa mereka adalah kesayangan Bapa (27). Inilah hakikat dari jaminan yang dimiliki oleh Kristen (Roma 8:38).
Meminta dalam nama Yesus sama sekali berbeda dengan menggunakan kata-kata mantra untuk mengerjakan sesuatu. Melainkan untuk menunjukkan hubungan yang dekat sebagai pribadi dengan memanggil-Nya secara khusus. Kita mendasarkan permohonan kita pada hubungan kita dengan Kristus, Juru Selamat kita, melalui salib-Nya. Dan kita mengajukan permohonan-permohonan kita karena kita mengenal-Nya dan mengesahkan serta membubuhkan nama-Nya -- supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak (Yohanes 14:13). Kemudian, apabila Bapa menjawab, Ia memberikannya "di dalam nama Yesus" (Yohanes 16:23) -- maksudnya, melalui Yesus sebagai perantara kita dan kepada Yesus sebagai Pribadi yang akan dipermuliakan; pula untuk kemuliaan Bapa, melalui segala sesuatu yang diberikan-Nya kepada kita, hamba-hamba Yesus.
Yang utama untuk memiliki kehidupan doa dan mengetahui apa yang harus kita doakan adalah meminta Yesus mengajar kita melalui firman-Nya dan Roh Kudus. Sewaktu-waktu kita diizinkan untuk mengetahui sesuatu lebih khusus daripada waktu yang lain atau masalah yang lain. 1 Yohanes 5:16 merupakan contoh dari doa yang diajarkan oleh Kristus dan dilakukan atas dorongan Roh Kudus. (Yang dimaksud dengan "dosa yang mendatangkan maut" adalah kemurtadan). Melalui kesaksian Roh Kudus di dalam kita, kita dapat memperluas apa yang kita tahu sehingga kita dapat menaikkan permohonan khusus sesuai dengan yang Tuhan inginkan kita minta dari-Nya. Dan kita dapat mengetahui pula bahwa Tuhan akan menjawab permohonan kita, meskipun kita belum melihatnya. Jika semua ini masih merupakan hal yang membingungkan Anda, bawalah masalah ini ke hadapan Tuhan pada hari ini juga.
Berdoa bagi Orang-Orang Kristen (Kolose 1:3-14)
Paulus dengan teratur berdoa bagi orang-orang Kristen, dan meminta mereka untuk berdoa baginya (Roma 1:9; 15:30; 2 Korintus 1:11; Efesus 1:16. dst.; 3:14, dst.; 6:18, dst.; Filipi 1:4-11; 1 Tesalonika 1:2; 5:25; 2 Tesalonika 3:1; 2 Timotius 1:3; Filemon 1:4, dst.; 22). Berdoa bagi sesama Kristen merupakan tanggung jawab utama. Bagian firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita bagaimana memanjatkan doa-doa tersebut.
Paulus berdoa selaras dengan pemahamannya tentang tujuan Allah. Rumus yang digunakannya di dalam semua doanya adalah "kehendak-Mu jadilah". Setelah mendengar tentang iman orang-orang Kolose di dalam Kristus, kasih yang mereka miliki di dalam Roh Kudus bagi orang-orang Kristen lainnya, dan pengharapan yang memperkuat keduanya (4, dst., 8), ia mengetahui bahwa mereka telah masuk dalam rencana keselamatan Allah (1 Tesalonika 1:3 dst. -- di sini Paulus memaparkan soal pemilihan yang Allah lakukan berdasarkan iman, pengharapan, dan kasih). Karena itu, ia berdoa agar semua rencana Allah bagi Kristen dipenuhkan di dalam hidup mereka, dan meminta Allah untuk mengaruniakan kepada mereka empat hal, yaitu:
  1. Pengetahuan Kristen
    Pengetahuan tentang kehendak Allah: rencana, jalan-jalan, dan perintah-perintah-Nya serta diri Allah sendiri (9, dst.). Kata Yunani yang dipergunakan dalam ayat ini berarti "pengetahuan yang penuh, lengkap seperti makna dalam kata "dipenuhi". Di dalam ayat 9, kata "pengertian" berhubungan dengan prinsip-prinsip kebenaran, "hikmat" berhubungan dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan. Ayat 10 menunjukkan bahwa hidup yang layak bergantung pada pengetahuan ini: Siapa tidak mengetahui kehendak Allah, tidak dapat melakukan apa yang Allah kehendaki. Pengetahuan akan Allah akan makin berkembang bila Kristen hidup sesuai dengan pengetahuan yang telah diperolehnya (10, Markus 4:24, dst.).
  2. Kehidupan Kristen
    Kehidupan yang layak di hadapan Kristus Sang Raja (13) yang telah menebus dan menyelamatkan kita (14). Dan kehidupan yang menyukakan hati Allah di segala bidang dan di segala aktivitas (10).
  3. Kesabaran Kristen
    Ketabahan yang penuh sukacita dalam menghadapi cobaan-cobaan yang berasal dari manusia dan situasi-situasi yang dihadapi Kristen. Dengan sukacita yang sungguh sekalipun kesengsaraan bertambah hebat (11). Bukan untuk perkara yang sia-sia apa yang Paulus doakan karena seluruh kekuatan, kuasa, dan kehebatan Allah diperlukan dalam menghadapi kondisi seperti ini!
  4. Ucapan syukur Kristen
    Rasa syukur kepada Allah atas kasih karunia-Nya. Ini merupakan kekuatan utama dalam kehidupan Kristen. Menurut "firman kebenaran" (5), doktrin Kristen adalah kasih karunia dan etika Kristen adalah rasa syukur dalam segala hal.
Kuasa Doa (Yakobus 5:13-18)
Kristen, kata Yakobus, harus berdoa bagi diri sendiri bilamana mereka mengalami kesulitan (13). Mengapa? Karena pada waktu berdoa, kita mengalihkan pandangan kita dari kesusahan-kesusahan yang sedang kita hadapi kepada Allah, Raja yang Maha Penyayang dan penuh belas kasihan; yang akan membebaskan hamba-hamba-Nya yang menderita (11). Jadi, doa membuat kita teguh dan kuat; memandang masalah-masalah yang bersifat sementara dengan pandangan yang mengarah pada kekekalan. Ini membuat kita memandang masalah-masalah tersebut dalam keadaan yang sebenarnya (Mazmur 7;, Roma 8:18; 2 Korintus 4:7-18).
Kristen juga harus berdoa bagi Kristen lainnya bila mereka berada dalam kesulitan (14-16). Orang-orang sakit dapat meminta pendeta berdoa bagi mereka, dan para penatua gereja harus siap untuk melakukan hal yang sama bila diminta (14). Tentu saja ini bukan merupakan kekuatan gaib untuk mendapatkan kesembuhan. Yesus menunjukkan bahwa sesungguhnya ada kesembuhan jasmani bagi kita di dalam penebusan-Nya (Matius 8:17). Sikap Tuhan tentang "duri" yang ada di dalam daging Paulus (2 Korintus 12:7-10) menunjukkan bahwa Ia tidak selalu menghendaki setiap Kristen senantiasa menikmati kesehatan yang sempurna di dalam tubuh yang sekarang ini. Bila kelak tubuh yang mulia telah diperoleh, semuanya akan berbeda! Tetapi kita harus mengerti bahwa berkat-berkat penebusan dan cara, serta waktu Allah dalam memberikan merupakan dua hal yang berbeda. Yang dianjurkan oleh Yakobus adalah berdoa dengan sungguh-sungguh bagi seluruh kebutuhan orang sakit berdasarkan prinsip bahwa penyakit selalu merupakan panggilan Allah kepada orang yang bersangkutan untuk menghasilkan kesembuhan seperti dalam kasus orang lumpuh (Markus 2:3-12). Ini jelas merupakan tindakan Allah dan membuktikan adanya pengampunan dosa (15). Kesembuhan yang terjadi ini bukan merupakan tanda bahwa minyak yang digunakan untuk mendoakan orang sakit tersebut mengandung kuasa. Melainkan untuk menunjukkan kuasa yang terkandung di dalam doa itu sendiri. Doa bagi kesejahteraan (kesembuhan) rohani satu sama lain seharusnya tidak hanya terbatas bagi orang Kristen saja (16).
Iman tidak berarti sikap-sikap kolot yang pasif sebagaimana yang dilukiskan oleh Yakobus dalam 2:14-16 (14, 18, 20), tetapi kepercayaan yang aktif (1:6), seperti yang Paulus katakan. Yakobus dan Paulus berbeda cara berpikirnya, tetapi pengajaran mereka tidak berbeda.
Jawaban doa bergantung pada:
  1. Kejujuran dalam motivasi dan hidup (16, 4:3).
  2. Kesungguhan hati dan ketekunan dalam diri si pendoa (17; 1:5-8).
  3. Keselarasan doa tersebut dengan maksud-maksud dan jalan-jalan yang Allah nyatakan.
Kisah Elia (1 Raja-raja 17:1; 18:24) dengan jelas melukiskan unsur 1 dan 2 dan secara tidak langsung berhubungan dengan yang ke-3 (Ulangan 11:13-17).
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Seri Pemahaman Doktrin Alkitabiah: Manusia Baru
Judul asli buku : Understanding Bible Teaching: The New Mans
Penulis : J. I. Parker, MA, D.Phil
Penerjemah : Gabriella Koswiranagara, B.Sc.
Penerbit : Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA), Jakarta
Halaman : 46 -- 54
 

Biografi Murid2 Yesus



Dari : Berbagai Sumber

Christianity - Buat yang merasa bahwa hidupnya selalu menderita, cobalah simak biografi
keduabelas murid Jesus ini. Ternyata penderitaan kita bukan apa-apa bila
dibandingkan dengan penderitaan mereka. Percayalah bahwa Tuhan bersama
kita.

Salam dalam kasih Tuhan kita Jesus Kristus.

Kehidupan Para Rasul
Apakah Anda tahu bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah digoreng
hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini
semua? Tidak! Ternyata tidak satupun dari para rasul yang memilih untuk
hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui
Tuhan Yesus.

Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai
kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul. Satu penulis
sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan
bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara
meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul: "Rasul dan murid
dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh
dunia". Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh
penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan
kebenaran dari tulisan tersebut.

1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang
di Etiopia.

2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya
diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu
sampai ia menemukan ajalnya.

3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana
kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

4. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak
mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih
jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng
hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan
diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana.
Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa
menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan
menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa
mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk
Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah
permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk
disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan
disalib seperti Tuhan Yesus.

6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di
Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat
yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia
meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.

7. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid
pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di
Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal
Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya
kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan
menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang
menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi
itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar
hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut
dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani
hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu
adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus
sebagai orang Kristen.

8. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai natanael ia menjadi
misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia
meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk
yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas
kebeset.

9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani.
Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara
dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa
sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut
menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan
oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: "Ternyata keinginan dan
cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan "happy
hours" dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus." Bahkan pada saat
ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah
terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk."

10. Rasul Thomas mati ditusuk oleh tombak di India.

11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah,
karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.

12. Matias, rasul pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam
dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. Rasul Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal
kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah
rasul yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan
surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari pernjara.

14. Disamping kisah para rasul yang ditulis oleh ahli sejarah
Eusebius, ia juga menceritakan tentang seorang penginjil yang matanya
dibakar sampai buta dengan catatan bahwa kalau ia buta, maka ia tidak
akan bisa membaca Alkitab lagi dengan mana ia tidak akan bisa
mengabarkan Injil lagi. Tetapi kenyataannya ia tetap mengambarkan Injil
berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.

(Dikumpulkan dari Berbagai Sumber)

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan". Roma 12:11

Sumber: http://funkyforum.org/viewtopic.php?p=578#578
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. nababanblog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger